khitobah ini disusun saat pertama kali saya diberi tugas untuk belajar bersama anak yang akan ikut lomba MAPSI di kecamatan Ayah tahun 2014 yang alokasi waktunya 5 menit, jadi teksnya benar-benar dicut berkali-kali dati teks sebelumnya.
Assalamualaikum warohmatullohi
wabarokatuh. Alhamdulillahirobbil
‘alamin wabihi nasta’inu ‘ala umuriddun-ya waddin washolatu washalamu ‘ala asrofil anbiya iwal
mursalin wa’ala alihi waashabihi ajma’in amma ba’du.
Bapak/ibu
dewan juri yang saya hormati, dan hadirin
yang dimuliakan Alloh SWT. Pada
kesempatan ini saya akan menyampaikan khitobah yang berjudul berbakti kepada orang tua/birrul walidain.
Berbakti
kepada orangtua merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah, mulai
anak-anak sampai dewasa. Kewajiban itu telah disebutkan dalam AlQuran Surat An
Nisa ayat 36, ”bismillahirrohmaanirrokhim.....Wa’budulloha walaa tusyriku bihii
syai a, wabil walidaini ihsaana ”. Yang artinya: ”sembahlah Alloh dan janganlah kamu
mempersekutukannya dengan sesuatupun. Dan berbuatbaiklah kepada kedua orangtua” (Quran Surat An
Nisa ayat 36).
Kita
diwajibkan menghormati mereka, tidak menyusahkan mereka, dan tidak melawan
mereka. Bahkan, kita diharamkan untuk berkata ”hah” kepada orang tua jika
diperintah mengerjakan sesuatu. Hadirin yang dimuliakan Alloh, jika perkataan ”hah” saja
tidak diperbolehkan bagaimana halnya jika kita mengatakan kata-kata kasar
kepada bapak ibu kita?atau bahkan memukul mereka? Kita tidak boleh mencontoh
perilaku orang-orang yang tidak berbakti kepada orangtua.
Hadirin yang
dimuliakan Alloh , islam menempatkan orang tua pada posisi terhormat dan mulia.
Karena mereka kita lahir ke dunia ini. Teman-teman sekalian, taukah kalian
betapa besar rasa cinta orangtua kita terhadap kita? Henry Ward Beecher
mengatakan ”We Never Know the love of our parents for us till we have become
parents”, ”kita tidak akan pernah tahu cinta orang tua kita terhadap kita
sampai kita menjadi orangtua nanti”. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk orangtua, diantaranya:
1. mematuhi perintah orangtua.
2. membantu pekerjaan orangtua di rumah.
3. berkata baik dan sopan kepada orang tua.
4. belajar yang rajin agar menjadi anak yang pintar dan
membanggakan.
5. beribadah yang rajin dan selalu mendoakan orangtua. Teman-teman
hafal kan doanya? Ayo kita baca bersama-sama ”Allohummagfirli dunubi
waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro” yang artinya, ”ya Alloh,
ampunilah aku dan kedua orangtuaku. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka
mengasihi aku sejak kecil.
Selain lima hal diatas, masih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk
berbakti kepada orangtua kita. Kita harus bisa ”mikul dhuwur mendem
jero”. Yang artinya kita harus
menaikkan derajat, harkat, dan martabat orangtua serta tidak membuat aib dan
cela untuk orang tua. Janganlah kita menjadi anak yang durhaka, naudzubillahi
mindzalik. Sungguh itu merupakan sebuah dosa, dosa yang besar.
Hadirin yang dimuliakan Alloh. Sebagai seorang anak, kita harus berbakti
kepada orangtua, jangan sekali-kali kita menyakiti mereka, yang akibatnya akan
menyengsarakan hidup kita di dunia maupun di akhirat nanti. Apalagi kepada ibu,
bayangkan, seorang ibu kelelahan dalam mengandung, melahirkan, menyusui, dan
menyayangi kita tanpa pamrih. Untuk itu kita harus berbakti kepada orang tua
dengan tulus dan ikhlas agar hidup kita selamat dunia akhirat. Rosululloh
SAW menyuruh kita agar berbakti kepada ibu sampai tiga kali daripada ayah. Di
dalam hadits disebutkan “aljannatu aqdaamilummahaat”, “there is paradise under
mother’s foot”. Yang artinya “Surga
berada di telapak kaki ibu”.
Dewan juri yang saya
hormati. Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga ada manfaatnya. Mohon maaf atas segala kekurangan dan terimakasih atas segala perhatian.
Daun
durian daun selasih, cukup sekian dan terimakasih. Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum
warohmatullohi wabarokatuh.
semoga bermanfaat, silakan dicoment dengan kritik yang membangun barangkali ada yang tidak sesuai karena manusia tak luput dari khilaf :)
Komentar
Posting Komentar