Pendahuluan
1.
Latar belakang
Ilmu pengetahuan sangat
diperlukan bagi manusia, untuk melangsungkan hidupnya. Dari hari ke hari,
minggu ke minggu, bulan ke bulan, zaman ke zaman, abad ke abad, manusia terus
menerus berinovasi dan mengembangkan ilmu pengetahuannya, terutama para ahli
atau ilmuan.
Dari keharusan manusia menguasai
ilmu pengetahuan, manusia memerlukan pendidikan yang memadai agar saat ia
terjun dan hidup dalam masyarakat dapat beradaptasi dengan kemampuan yang ia
miliki dari proses pembelajarannya sebelum terjun ke masyarakat yang
sesungguhnya.
Pembelajaran yang dilakukan oleh
manusia terkadang mengalami hambatan karena dalam memberi
pelajaran kepada siswa, guru masih
menggunakan metode pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran yang
cenderung berlangsung satu arah umumnya
dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran
cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan
tersiksa.
Oleh karena itu dalam membelajarkan kepada
siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi,
metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang
direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu
pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian
dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa),
kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber
belajar yang ada.
Metode
belajar yang dapat dilakukan bervariasi seperti belajar kooperatif, belajar
dengan pendekatan praktik, dan lain lain.
2.
Rumusan masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan pendidikan?
2.
Apakah yang dimaksud dengan metode
pembelajaran?
3.
Pembelajaran kooperatif adalah?
4.
Tujuan pembelajaran
kooperatif adalah?
3. Tujuan
1. Memahami
pengertian pendidikan
2. Memahami
pengertian metode pembelajaran
3. Memahami pengertian dan konsep pembelajaran dengan metode
kooperatif
4. Memahami
tujuan pembelajaran kooperatif
Pembahasan
Pendidikan pada dasarnya adalah
suatu bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada yang belum dewasa untuk
mencapai kedewasaannya. Pendidik atau yang disebut guru terkadang dalam
menyampaikan materi kepada anak anak atau siswa masih menggunakan cara lama
yang hanya terfokus dengan satu cara otoriter yang tak dipungkiri dapat terjadi
ketegangan pada siswa. Metode
adalah suatu cara yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi kepada siswa.
Pembelajaran
kooperatif adalah model pembelajaran yang cocok diterapkan di Sekolah Dasar
(SD). Mengutamakan adanya kerjasama dalam suatu kelompok. Antara satu individu
dengan individu lainnya saling tergantung. Siswa dapat terlibat secara aktif
dan dapat merasa puas atas apa yang telah dikerjakan. Pembelajaran kooperatif
meningkatkan kinerja siswa dalam mengerjakan permasalahan-permasalahan yang
dihadapi.
Krisis
pada aspek pendidikan sudah sampai pada bentuk yang cukup memprihatinkan. Pada
kalangan siswa SD seperti juga masyarakat pada umumnya gejala masalah pribadi
dan sosial ini juga tampak dalam perilaku keseharian. Sikap-sikap
individualistis, egoistis, acuh tak acuh, kurangnya rasa tanggung jawab, malas
berkomunikasi dan berinteraksi atau rendahnya empati merupakan fenomena yang
menunjukkan adanya kehampaan nilai sosial dalam pergaulan anak.
Sesungguhnya
dalam menghadapi kondisi yang demikian, pembelajaran kooperatif dapat
memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mengatasi masalah tersebut sebab
memiliki fungsi dan peran yang dapat menunjang kreatifitas siswa dalm
berinteraksi dan dalam bekerja sama. Dengan kinerja dan disiplin tinggi yang
dihasilkan oleh pendidikan yang berkualitas dapat menjadi kekuatan utama untuk
mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Sebaliknya sumber daya manusia yang
tidak berkualitas, rendah disiplin dan kinerja yang dihasilkan oleh pendidikan
yang kurang berkualitas dapat merupakan pangkal dari permasalahan yang
dihadapi.
Pendidikan
dasar yang bermutu akan memberikan landasan yang kuat bagi pendidikan menengah
dan pendidikan tinggi yang bermutu pula, tujuan pendidikan maupun kelompok mata
pelajaran pada pendidikan dasar, pada dasarnya diarahkan pada pengembangan
pribadi siswa, kemampuan hidup bermasyarakat dan kemampuan untuk melanjutkan studi.
Ketiga aspek pengembangan tersebut saling terkait dapat dibedakan tetapi sulit
untuk dipisahkan. Semua mata pelajaran yang diberikan pada SD memberikan
sumbangan terhadap pengembangan ketiga aspek tersebut, tetapi bobotnya tidak
sama.
Memasuki
era milenium, yang sebelumnya statis tetapi sekarang berubah menjadi dinamis
dan terus berkembang serta penuh dengan penyesuaian-penyesuaian yang harus
terus diikuti terasa begitu cepat. Maka, bangsa dan negara di manapun tidak
akan mengabaikan hal tersebut.
Metode-metode
pengajaran dipilih dan diujicobakan serta diterapakan dalam dunia pendidikan.
Sebab pendidikan adalah pilar utama dari berbagai sektor pembangunan lainnya.
Metode kooperatif dapat
digunakan di SD sebagai model pembelajaran yang membahas materi yang
membutuhkan relasi dengan sesama dan kerja sama. Contohnya membahas materi
tentang macam-macam bentuk dan tulang daun, mengukur besar sudut dalam
segitiga, mempelajari simbol-simbol dalam peta, dan menyusun kerangka karangan.
Di dalam
kelas dibentuk dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa, mereka
bekerja sama dalam memecahkan masalah, atau mengerjakan suatu tugas yang
diberikan oleh guru. Kemudian dapat juga dilakukan dengan cara memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan seperti itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi,
bertanya, maupun mengeluarkan pendapat, serta berinteraksi dengan siswa yang
menjadikan siswa aktif dalam kelas. Dengan demikian peran guru di dalam kelas
bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar tetapi lebih bersifat sebagai
penggerak atau pembimbing siswa untuk memperoleh pengetahuannya sendiri.
Pengetahuan yang diperoleh siswa sendiri akan lebih melekat lebih lama di
pikiran dan menjadikan prestasi belajar siswa meningkatkan.
Model
pembelajaran kooperatif atau kerja sama antar kelompok yang anggota kelompok
saling membantu antar teman yang satu dengan teman yang lain dalam kelompok
tersebut, sehingga di dalam kerja kelompok atau pembelajaran kooperatif, siswa
yang lebih pandai dapat membantu siswa yang lemah.
Di dalam
pembelajaran kooperatif guru haruslah memberikan dorongan kepada siswa dalam
konsep pembelajaran ini, agar siswa mau dan bersemangat dalam menjalankan model
pembelajaran kooperatif. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Selain itu
guru harus mengetahui karakter masing-masing siswa. Dalam membagi kelompok guru
harus bisa adil, sehingga dalam satu kelompok terdiri dari siswa yang mempunyai
kemampuan berbeda. Selain itu dalam memberikan nilai kepada tiap-tiap kelompok
guru tidak boleh pilih kasih, dalam arti setiap kelompok berhak mendapatkan
penghargaan dari guru.
Dengan
adanya model pembelajaran kooperatif siswa dapat lebih aktif untuk
mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan berimajinasi. Di samping itu
pembelajaran ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk diskusi,
bertanya, maupun mengeluarkan pendapat serta berinteraksi dengan siswa yang
menjadikan siswa aktif dalam kelas.
Model pembelajaran
kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan
pembelajaran penting yang dirangkum oleh Ibrahim, (2000), yaitu:
1. Hasil belajar akademik
Dalam kooperatif meskipun mencakup
beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis
penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam
membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah
menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat
meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang
berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan
dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik
pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama
menyelesaikan tugas-tugas akademik.
2. Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari
orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya,
kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi
peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja
dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur
penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.
3. Pengembangan keterampilan sosial
Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa
keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial,
penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam
keterampilan sosial.
Penutup
A.
Kesimpulan
Pendidikan pada dasarnya adalah suatu bimbingan
yang dilakukan oleh orang dewasa kepada yang belum dewasa untuk mencapai
kedewasaannya.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh
pendidik atau guru dalam menyampaikan materi kepada anak didiknya.
Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran
yang cocok diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Mengutamakan adanya kerjasama
dalam suatu kelompok. Antara satu individu dengan individu lainnya saling
tergantung. Siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat merasa puas atas apa
yang telah dikerjakan. Pembelajaran kooperatif meningkatkan kinerja siswa dalam
mengerjakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Tujuan pembelajaran kooperatif
adalah :
1. Hasil belajar akademik
Dalam kooperatif meskipun
mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau
tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini
unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model
ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat
meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang
berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan
dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik
pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan
tugas-tugas akademik.
2. Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari
orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan
ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari
berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada
tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar
saling menghargai satu sama lain.
3. Pengembangan keterampilan sosial
Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa
keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial,
penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam
keterampilan sosial.
- Saran
Sebaiknya saat pendidik menyampaikan materi
kepada peserta didik menggunakan metode pengajaran yang yang menyenangkan agar
peserta didik menyukai pembelajaran yang ada di sekolah.
Salah satu metodenya adalah dengan pembentukan
kelompok kelompok kecil dalam belajar. Dengan pembelajaran kooperatif
diharapkan siswa mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman
sekelompoknyan dan diharapkan dengan teman sekelompoknya siswa yang belum
begitu menguasai materi tanpa sungkan bertanya pada temannya yang menguasai.
Daftar pustaka
Ahmad dan
joko. 1997. Model Belajar
Mengajar. Bandung:
Pustaka Setia.
Ari
Kuntoro S. 1993. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara.
Munib Ahmad dkk. 2010. Pengantar Ilmu pendidikan. Semarang : Unnes
press.
Sudjana.
2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:
PT Rosdakarya.
Sudjana.
1987. Dasar-Dasar Dan Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT. Sinar
Baru.
www. Google.com.
Komentar
Posting Komentar