Langsung ke konten utama

Metode Pembelajaran Kooperatif untuk Anak SD oleh Puji Tri Nafati


Pendahuluan
  
1.      Latar belakang
Ilmu pengetahuan sangat diperlukan bagi manusia, untuk melangsungkan hidupnya. Dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, zaman ke zaman, abad ke abad, manusia terus menerus berinovasi dan mengembangkan ilmu pengetahuannya, terutama para ahli atau ilmuan.
Dari keharusan manusia menguasai ilmu pengetahuan, manusia memerlukan pendidikan yang memadai agar saat ia terjun dan hidup dalam masyarakat dapat beradaptasi dengan kemampuan yang ia miliki dari proses pembelajarannya sebelum terjun ke masyarakat yang sesungguhnya.
Pembelajaran yang dilakukan oleh manusia terkadang mengalami hambatan karena dalam memberi pelajaran  kepada siswa, guru masih menggunakan metode pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran yang  cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa.
 Oleh karena itu dalam membelajarkan kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.
Metode belajar yang dapat dilakukan bervariasi seperti belajar kooperatif, belajar dengan pendekatan praktik, dan lain lain.


2.     Rumusan masalah


1.      Apakah yang dimaksud dengan pendidikan?

2.      Apakah yang dimaksud dengan metode pembelajaran?

3.      Pembelajaran kooperatif adalah?


4.       Tujuan pembelajaran kooperatif adalah?


3.     Tujuan

1.      Memahami pengertian pendidikan

2.      Memahami pengertian metode pembelajaran

3.      Memahami pengertian dan konsep pembelajaran dengan metode kooperatif


4.      Memahami tujuan pembelajaran kooperatif



Pembahasan



Pendidikan pada dasarnya adalah suatu bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Pendidik atau yang disebut guru terkadang dalam menyampaikan materi kepada anak anak atau siswa masih menggunakan cara lama yang hanya terfokus dengan satu cara otoriter yang tak dipungkiri dapat terjadi ketegangan pada siswa. Metode adalah suatu cara yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi  kepada siswa.
Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang cocok diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Mengutamakan adanya kerjasama dalam suatu kelompok. Antara satu individu dengan individu lainnya saling tergantung. Siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat merasa puas atas apa yang telah dikerjakan. Pembelajaran kooperatif meningkatkan kinerja siswa dalam mengerjakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Krisis pada aspek pendidikan sudah sampai pada bentuk yang cukup memprihatinkan. Pada kalangan siswa SD seperti juga masyarakat pada umumnya gejala masalah pribadi dan sosial ini juga tampak dalam perilaku keseharian. Sikap-sikap individualistis, egoistis, acuh tak acuh, kurangnya rasa tanggung jawab, malas berkomunikasi dan berinteraksi atau rendahnya empati merupakan fenomena yang menunjukkan adanya kehampaan nilai sosial dalam pergaulan anak.
Sesungguhnya dalam menghadapi kondisi yang demikian, pembelajaran kooperatif dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mengatasi masalah tersebut sebab memiliki fungsi dan peran yang dapat menunjang kreatifitas siswa dalm berinteraksi dan dalam bekerja sama. Dengan kinerja dan disiplin tinggi yang dihasilkan oleh pendidikan yang berkualitas dapat menjadi kekuatan utama untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Sebaliknya sumber daya manusia yang tidak berkualitas, rendah disiplin dan kinerja yang dihasilkan oleh pendidikan yang kurang berkualitas dapat merupakan pangkal dari permasalahan yang dihadapi.
Pendidikan dasar yang bermutu akan memberikan landasan yang kuat bagi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang bermutu pula, tujuan pendidikan maupun kelompok mata pelajaran pada pendidikan dasar, pada dasarnya diarahkan pada pengembangan pribadi siswa, kemampuan hidup bermasyarakat dan kemampuan untuk melanjutkan studi. Ketiga aspek pengembangan tersebut saling terkait dapat dibedakan tetapi sulit untuk dipisahkan. Semua mata pelajaran yang diberikan pada SD memberikan sumbangan terhadap pengembangan ketiga aspek tersebut, tetapi bobotnya tidak sama.
Memasuki era milenium, yang sebelumnya statis tetapi sekarang berubah menjadi dinamis dan terus berkembang serta penuh dengan penyesuaian-penyesuaian yang harus terus diikuti terasa begitu cepat. Maka, bangsa dan negara di manapun tidak akan mengabaikan hal tersebut.
Metode-metode pengajaran dipilih dan diujicobakan serta diterapakan dalam dunia pendidikan. Sebab pendidikan adalah pilar utama dari berbagai sektor pembangunan lainnya.
Metode kooperatif dapat digunakan di SD sebagai model pembelajaran yang membahas materi yang membutuhkan relasi dengan sesama dan kerja sama. Contohnya membahas materi tentang macam-macam bentuk dan tulang daun, mengukur besar sudut dalam segitiga, mempelajari simbol-simbol dalam peta, dan menyusun kerangka karangan.
Di dalam kelas dibentuk dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa, mereka bekerja sama dalam memecahkan masalah, atau mengerjakan suatu tugas yang diberikan oleh guru. Kemudian dapat juga dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan seperti itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi, bertanya, maupun mengeluarkan pendapat, serta berinteraksi dengan siswa yang menjadikan siswa aktif dalam kelas. Dengan demikian peran guru di dalam kelas bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar tetapi lebih bersifat sebagai penggerak atau pembimbing siswa untuk memperoleh pengetahuannya sendiri. Pengetahuan yang diperoleh siswa sendiri akan lebih melekat lebih lama di pikiran dan menjadikan prestasi belajar siswa meningkatkan.
Model pembelajaran kooperatif atau kerja sama antar kelompok yang anggota kelompok saling membantu antar teman yang satu dengan teman yang lain dalam kelompok tersebut, sehingga di dalam kerja kelompok atau pembelajaran kooperatif, siswa yang lebih pandai dapat membantu siswa yang lemah.
Di dalam pembelajaran kooperatif guru haruslah memberikan dorongan kepada siswa dalam konsep pembelajaran ini, agar siswa mau dan bersemangat dalam menjalankan model pembelajaran kooperatif. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Selain itu guru harus mengetahui karakter masing-masing siswa. Dalam membagi kelompok guru harus bisa adil, sehingga dalam satu kelompok terdiri dari siswa yang mempunyai kemampuan berbeda. Selain itu dalam memberikan nilai kepada tiap-tiap kelompok guru tidak boleh pilih kasih, dalam arti setiap kelompok berhak mendapatkan penghargaan dari guru.
Dengan adanya model pembelajaran kooperatif siswa dapat lebih aktif untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan berimajinasi. Di samping itu pembelajaran ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk diskusi, bertanya, maupun mengeluarkan pendapat serta berinteraksi dengan siswa yang menjadikan siswa aktif dalam kelas.Top of Form
            Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum oleh Ibrahim, (2000), yaitu:


1. Hasil belajar akademik



Dalam  kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.

2. Penerimaan terhadap perbedaan individu

Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.

3. Pengembangan keterampilan sosial

Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.




                                         Penutup

A.    Kesimpulan
Pendidikan pada dasarnya adalah suatu bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh pendidik atau guru dalam menyampaikan materi kepada anak didiknya.
Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang cocok diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Mengutamakan adanya kerjasama dalam suatu kelompok. Antara satu individu dengan individu lainnya saling tergantung. Siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat merasa puas atas apa yang telah dikerjakan. Pembelajaran kooperatif meningkatkan kinerja siswa dalam mengerjakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Tujuan pembelajaran kooperatif adalah  :
1. Hasil belajar akademik
Dalam  kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.

2. Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.
3. Pengembangan keterampilan sosial
Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.



  1. Saran
Sebaiknya saat pendidik menyampaikan materi kepada peserta didik menggunakan metode pengajaran yang yang menyenangkan agar peserta didik menyukai pembelajaran yang ada di sekolah.
Salah satu metodenya adalah dengan pembentukan kelompok kelompok kecil dalam belajar. Dengan pembelajaran kooperatif diharapkan siswa mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sekelompoknyan dan diharapkan dengan teman sekelompoknya siswa yang belum begitu menguasai materi tanpa sungkan bertanya pada temannya yang menguasai.
  


Daftar pustaka


Ahmad dan joko. 1997. Model Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Ari Kuntoro S. 1993. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Munib Ahmad dkk. 2010. Pengantar Ilmu pendidikan. Semarang : Unnes press.
Sudjana. 2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Rosdakarya.
Sudjana. 1987. Dasar-Dasar Dan Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT. Sinar Baru.
www. Google.com.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ciri Khusus pada Hewan dan Tumbuhan

Ciri Khusus Tumbuhan Ciri Khusus Tumbuhan yang Hidup di Air Dan di Lingkungan yang Lembap Batangnya berongga berisi udara untuk mengapung di air. Contoh            : Eceng gondok Kangkung Genjer Daunnya lebar dan tipis untuk mempercepat penguapan. Contoh            : Teratai Lotus/seroja Talas keladi Ciri Khusus Tumbuhan yang Hidup di Gurun Berdaun kecil menyerupai duri untuk mempercepat proses penguapan. Contoh            : Kaktus Ciri Khusus Tumbuhan yang Hidup di Pantai Mempunyai akar napas yang muncul di permukaan air untuk pertukaran oksigen. Contoh            : Bakau ( mangrove ) Ciri Khusus Hewan Memilili Misai/Kumis di Bibir Atas dan Bibir Bawah Contoh: Lele, pada misainya terdapat indra pengecap yang me...

gambar bintang bisa untuk reward anak SD

Seni Rupa (kerajinan lilin bentuk karyaku)

Alhamdulillah, senangnya aku bisa memperbaiki nilai seni kerajinan lilin bentukku dari 78 menjadi 87 semoga hasil dan nilai akhirnya memuaskan. Sterofoam, sabun, dan percik... fighting semoga nilai UAS nya bagus dan IPnya meningkat. Jadi deg2an deh